Ad Code

Responsive Advertisement

Klasifikasi dan Gaya (Style) Bonsai yang Umum Dikonteskan (Part#1): Chokkan - Formal Upright

Halo Pembaca Pencinta Bonsai.

Dalam berkreasi menciptakan sebentuk pohon bonsai, para seniman bonsai dapat mengamati apa yang diciptakan alam dan berusaha menirunya (replikasi) saat membentuk pohon bonsai, namun demikian  mereka juga dapat menambahkan visi dan intuisi mereka sendiri untuk menghasilkan sebentuk bonsai yang indah dengan nilai estetika. Itulah sebabnya bonsai lebih dari sekadar pohon dalam pot atau kontainer. 

Di alam liar, pohon terbentuk sedemikian rupa karena pengaruh cuaca, tempat tumbuh, lingkungan sekitar pohon, maupun faktor alam dan non alam lainnya. Sehingga gaya atau style bonsai dapat dikelompokkan dalam banyak macam cara oleh orang-orang Jepang sebagai pembudidaya seni bonsai yang sebenarnya asli dari Tiongkok.. Di Jepang - sebagai negara asal seni bonsai dikenal berbagai gaya bentuk bonsai berdasarkan tempat tumbuh maupun bentuk dari perspektif alam. Bentuk atau style diberikan dari sudut pandang gaya pertumbuhan pohon pada wadah/pot atau media lainnya misalnya batu, kayu mati dan lain-lain.

Tulisan tentang Klasifikasi dan Gaya (Style) Bonsai yang Umum Dikonteskan bagian pertama (#1) ini, menghadirkan satu contoh bentuk gaya bonsai Chokkan yang umum dikonteskan. Ilustrasi dan contoh bonsai tanaman Taxodium distichum yang diadaptasi dari wikipedia.org karya Ragesoss

Chokkan - Formal Upright

sketsa gaya/bentuk Chokkan
 

 
Contoh Chokkan - Taxodium distichum (Credit:Ragesoss)

 

Secara harfiah, gaya Chokkan atau Formal Upright Style batangnya tumbuh lurus menjulang ke langit. Batang utamanya berbentuk tegak lurus (formal - upright) menjulang ke atas, ukuran batangnya harus proporsional, semakin ke puncak semakin berukuran lebih kecil. Cabang-cabangnya tersusun secara gradasi dan teratur. Semakin ke puncak cabang-cabang bonsai semakin berukuran lebih kecil dan lebih pendek, dan tersusun secara horisontal atau tertekuk ke bawah. Keindahan gaya Chokkan yang teratur ini merupakan daya tarik yang tidak ditemukan pada gaya bonsai lain. Pada bonsai dengan Gaya Chokkan ini semua elemen dasar bonsai diperlukan, yaitu akar, batang, cabang, anak cabang (ranting), juga anak ranting Tidak kurang dari seratus tahun yang lalu orang Jepang telah merancang gaya atau styles yang baku. Gaya-gaya ini memungkinkan untuk mengklasifikasikan bonsai menurut bentuk batang, cabang, dan akarnya. Mengetahui gaya-gaya tersebut merupakan pengetahuan dasar yang wajib bagi para pemula. Meskipun saat ini, tanpa mengabaikan gaya-gaya ini, nilai-nilai artistik dari gerak dasar, harmonisasi, serta keseimbangan sebuah hasil seni pohon bonsai lebih diperhatikan pada saat mengikuti kontes. Tidak kurang dari seratus tahun yang lalu orang Jepang telah merancang gaya atau styles yang baku. Gaya-gaya ini memungkinkan untuk mengklasifikasikan bonsai menurut bentuk batang, cabang, dan akarnya. Mengetahui gaya-gaya tersebut merupakan pengetahuan dasar yang wajib bagi para pemula. Meskipun saat ini, tanpa mengabaikan gaya-gaya ini, nilai-nilai artistik dari gerak dasar, harmonisasi, serta keseimbangan sebuah hasil seni pohon bonsai lebih diperhatikan pada saat mengikuti kontes.

Klasifikasi bonsai gaya Chokkan berdasarkan jumlah batangnya.


Tan-kanMono Trunk (1 batang)
So-kanTwin Trunks (2 batang)
San-kanTriple Trunks (3 batang)
Go-kanFive Trunks (5 batang)
Nana-kanSeven Trunks (7 batang)
Kyu-kanNine Trunks (9 batang) 



*) Diolah dan diadaptasi dari berbagai sumber

Post a Comment

0 Comments