Halo, ini adalah blog baru saya. Kali ini saya pengin berbagi pengalaman membonsai
Kali ini akan saya ajak pembaca terutama pencinta dan penggemar bonsai untuk berkreasi membuat bonsai Sam Awah San. Bonsai apa lagi itu?
Oke, bonsai Sam Awah San adalah akronim dari Sambungan Akar Wahong dan Sancang. Tanaman wahong tergolong dalam dua spesies yaitu tanaman wahong laut (dengan nama ilmiah Premna nauseosa) serta wahong gunung. Sesuai dengan namanya, wahong laut tentu banyak ditemukan di daerah tepi pantai sedangkan wahong gunung banyak ditemukan di daerah hutan, khususnya hutan pegunungan, menurut informasi kedua jenis spesies tanaman wahong ini memiliki bentuk dan karakteristik yang menarik untuk dijadikan sebentuk bonsai. Nah, untuk wahong gunung begitu juga sancang kebetulan di Bangka belum pernah saya temukan di ala bebas atau semak-semak, hutan liar. Jadi saya menolak dan angkat tangan jika ada pertanyaan seputar wahong gunung.
Wahong laut di Bangka dapat ditemukan di tepian pantai. Di habitatnya itu. wahong laut banyak dijumpai hidup di bebatuan dan tanah berpasir.
Mari kita bahas bagaimana membuat bakalan bonsai Sam Awah San. Langsung kita bahan langkah-langkah yang harus disiapkan. Setelah memotong akar wahong, maka:
- Pilih dan potong akar wahong yang memiliki karakteristik menarik untuk dijadikan bonsai, sesuai keinginan dan konsep (mame, shito atau bonsai ukuran medium);
- Siapkan batang/pucuk/tunas sancang (Premna serratifolia) sebagai entres;
- Potong 1-2 ruas dan sayat pangkal entres berbentuk V.
- Sayat kulit akar wahong bagian atas selebar/sepanjang sayatan entres (nomor 3 di atas) seperti digambarkan di bawah ini
- Sisipkan entres yang sudah disayat dengan bentuk V ke dalam sayatan pada akar wahong. Maaf lupa ambil foto.
- Ikat dengan plastik PE atau tali rafia. Maaf gaes, lupa memfotonya.
- Lalu jangan lupa disungkup untuk menjaga kelembaban dan menghindari entres tersiram air hujan atau terkena kotoran yang menyebabkan sambungan atau okulasi gagal. Pembaca boleh menggunakan sungkup plastik atau botol bekas minuman air mineral.
- Tempatkan di tempat teduh terhindari dari sinar matahari langsung.
- Pada hari ke 10, 14 atau 28 ke depan hasilnya dapat dilihat. Contoh okulasi atau Sambungan Akar Wahong dan Sancang (Sam Awah San) dapat dilihat seperti foto di bawah ini. Lamanya penyungkupan tergantung dengan keadaan cuaca atau bisa jadi penempatan tanaman terlampau terkena panas sinar matahari
- Pilih potongan (stek) akar wahong yang masih muda agar pengakaran lebih cepat. Pengalaman saya setelah berhasil melakukan penyambungan (okulasi/grafting sancang) setelah 5-7 bulan, belum tampak banyak pengakaran. Jadi, jangan cepat percaya meskipun daun/penunasam banyak, namun ternyata pada bagian akar belum tumbuh akar serabut yang banyak. Mungkin perlu perbaikan media tanam dan atau pemupukan.
- Pilih entres sancang yang muda agarpenunasan lebih cepat.
- Pilih entres sancang yang ruasnya rapat agar proses pembentukan style bonsai lebih mudah
- Penggunaan media tanam bagi tanaman wahong yang tepat adalah tanah berpasir atau pasir malang, pupuk kohe (sapi/kambing/kelinci/guano), sekam bakar dengan komposisi perbandingan 1:1:1.
- Jangan bosan untuk tetap mencoba, jika terjadi kegagalan.






0 Comments