Selama ini saya tidak tahu asal-usul nama Bugenvil seandainya tidak membaca artikel Jaya Suprana di Kompas.com. Bugenvile yang beranekaragam warna dan jenis (setidaknya ada 500 varietas) itu ternyata ditemukan oleh seorang tokoh Prancis yang hidup pada masa 1729 sampai dengan 1811 bernama Louis de Bougainville, ketika mengadakan perjalanan keliling planet bumi, dan saat mendarat di Brazil, Amerika Selatan pada tahun 1769-1776. Jadi, bugenville atau sering disebut orang bunga kertas itu berasal dari Brazil. Nama penemunya diabadikan sebagai nama tanaman.
Bugenvil digemari karena memiliki bunga berwarna-warni yang indah dan sangat cocok dengan iklim tropis di Asia, khususnya Indonesia. Pada daerah tropis masa bunga bugenvil bisa bertahan selama lebih dari 6 bulan semakin panjang musim kemarau maka semakin lama dan indah bugenvil berbunga.
Bugenvil atau Bougainvillea adalah genus dari 18 tanaman berbunga, dan termasuk dalam famili Nyctaginaceae (secara harfiah artinya jam empat)
Bugenvil Kaya Manfaat
Selain sebagai tanaman hias Bugenvil bermanfaat sebagai tanaman penyeimbang dan ramah lingkungan yang dapat menyerap polusi udara. Bugenvil dapat menyaring debu, meredam getaran suara, menyerap gas beracun hasil pembakaran, dan memelihara keadaan lingkungan seperti suhu, kelembaban udara. Jadi tanaman bugenvil tanaman bugenvil dapat digunakan secara efektif untuk memperbaiki lingkungan dari efek polusi udara. Tidak mengherankan jika pembaca melihat banyak tanaman bunga bugenvil ditanam di pinggiran jalanan utama Jakarta dan atau kota-kota besar lain di Indonesia. Perhatikanlah ketika pembaca menelusuri jalanan dari dan ke Bandara Soekarno Hatta Tangerang, atau ruas-ruas jalan di kawasan Cililitan, Kramat, Salemba, dan sebagainya.
Konon bunga bugenvil juga dimanfaatkan untuk penyembuhan herbal, bahkan hasil penelitian bagian tumbuhan bugenvil dan ekstraknya dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit kulit seperti bisul, biang keringat dan gatal-gatal juga mengobati hepatitis dan melancarkan haid yang tidak teratur bagi kaum wanita.
Varietas Bugenvil dan Varietas yang Banyak Digemari
Bunga Bugenvil menjadi populer karena memiliki ragam jenis dan variasi yang banyak khususnya pada bagian seludangnya yang juga disebut braktea. Bunganya sebenarnya tidaklah berarti karena ukurannya yang kecil, tetapi yang menjadikan bugenvil yang mempesona adalah brakteanya yang beraneka warna, merah, putih, ungu, kuning (california gold, golden rush), pink atau merah jambu, dan lain sebagainya. Yang umum didapati di Indonesia adalah jenis Spectabilis, Glabra, Speciosa dan Variegata. Bugenvil spectabilis (Bougainvillea spectabilis) memiliki tabung bunga bulat dan braktea bunga lebih panjang. Bugenvi glabra (Bougainvillea glabra) memiliki tabung bunga berbentuk pentagonal (lima sudut) dan braktea bunga pendek, daunnya relatif lebih kecil dan berbeda dengan bugenvil spectabilis, tetapi keduanya sangatlah mirip.
1. Bugenvil Spectabilis
Bugenvil Spectabilis tumbuh sebagai tanaman tahunan atau tanaman pot dan merupakan tanaman penghias yang sangat baik untuk kolam renang atau halaman rumah/teras. Bugenvil Spectabilis lebih menyukai tanah yang cukup subur, kaya organik, yang menahan kelembapan tetapi tidak becek. Setelah tumbuh, tanaman ini tahan terhadap kekeringan. Bugenvil Spectabilis memiliki ciri-ciri kebiasaan merambat, tubuhnya berkayu yang dapat menopang dirinya sendiri pada tanaman lain melalui duri melengkung yang terdapat di ketiak daun dan batang yang hampir melilit dan harus dijauhkan dari area yang sering dilewati karena durinya dapat menyakitkan. Tanaman ini paling baik diikat ke struktur seperti pagar, dinding, atau pergola untuk penyangga. Selain itu Bugenvil Spectabilis memiliki tabung bunga bulat dan braktea bunga lebih panjang.
Bugenvil besar atau spectabilis, memiliki ciri-ciri:
- braktea bergerombol dan rangkain cukup panjang (ekor musang)
- tangkai braktea dan bunga keluar dari ujung tanaman
- braktea lebih besar dan tipis
- ukuran daun besar dan cenderung bulat
- jumlah daun tidak banyak
|
|
||||
|
|
- Daun lebih kecil, ada yang bentuk memanjang, sedikit kaku, dan cenderung banyak, sehingga menjadikan pohon bugenvil glabra rimbun. Hal inilah yang membuat banyak pebonsai menggunakan bugenvil glabra sering dijadikan objek untuk menjadikannya bonsai.
- struktur braktea sedikit keras dan kaku
- berduri panjang dan kuat
|
|
- letak bunganya di bagian batang atau cabang (dahan)
- jumlah bunga (braktea) lebih sedikit atau jarang, 1 - 3 kuntum
|
|









0 Comments